sempat ku bermimpi,
ketika mata ini tak sanggup lagi melihat
ketika bibir ini tak sanggup lagi menyangga apa tindakan salah kita
dan telinga tak dapat lagi mendengar celotehan kecil orang orang yang kita sayang
disana ku merasa sendiri, sepi tanpa mereka
hanya sesal yang tersisa saat kita sadar betapa besar kesalahan kita
betapa munafiknya kita di bumi
ku meratapi apa yuang menjadi lembar cerita
aku sadar bahwa apa yang aku dapatkan di Bumi ini bagaikan kita mampir untuk minum saja
tak akan ada yang abadi
tak kan ada yang kekal
kecuali Tuhan kita, yaitu Allah
yang bisa kulakukan di mimpi itu hanyalah menangis meratapi betapa banyaknya dosa yang telah aku lakukan
betapa sering kutak mendengar ayah mama
betapa bandelnya aku hingga kadang kadang membuat mereka marah]
betapa nakalnya aku mengerjain guru guruku yang telah mendidikku
dan ku telah berkhianat kepada temanku sendiri, dan masih banyak kesalahanku
aku salah Ya Allah....
ku disana hanya bisa menangis tak kuasa merasakan betapa bodohnya aku saat ku mampir di Bumi ini
saat ku bertanya pada ayahku yang menemaniku saat ku disana "APAKAH ADA PERTOBATAN SETELAH KEMATIAN"
dan apa yang di jawab ayahku ? beliau hanya tersenyum dan dengan lembut menjawab "TAK ADA, DISINI KITA MEMPERTANGGUNGJAWABKAN APA YANG KITA PERBUAT DI BUMI"
mendengar jawaban ayah, hatiku miris... mengapa ku tak mendengar kata ayahku dulu
hatiku tersedu dipojokan tak kuasa menahan tangis.
Alhamdulillah ku terbangun dari mimpi yang tak tau termasuk mimpi indah atau burukkah ini
disaat itulah ku sadar aku masih memiliki sifat KEDUNIAWIAN, aku tak ingin kehilangan orang orang yang kusayangi secepat ini.
dan ku kan berjanji akan merubah segala kekuranganku
disini ku hanya sebagian kecil dari partikel yang terkecil.
ku bukan apa apa, dan bukan siapa siapa
I LOV
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kita di Bumi hanya Sementara
Por: WorLd of My_iank
|
|
sempat ku bermimpi,
ketika mata ini tak sanggup lagi melihat
ketika bibir ini tak sanggup lagi menyangga apa tindakan salah kita
dan telinga tak dapat lagi mendengar celotehan kecil orang orang yang kita sayang
disana ku merasa sendiri, sepi tanpa mereka
hanya sesal yang tersisa saat kita sadar betapa besar kesalahan kita
betapa munafiknya kita di bumi
ku meratapi apa yuang menjadi lembar cerita
aku sadar bahwa apa yang aku dapatkan di Bumi ini bagaikan kita mampir untuk minum saja
tak akan ada yang abadi
tak kan ada yang kekal
kecuali Tuhan kita, yaitu Allah
yang bisa kulakukan di mimpi itu hanyalah menangis meratapi betapa banyaknya dosa yang telah aku lakukan
betapa sering kutak mendengar ayah mama
betapa bandelnya aku hingga kadang kadang membuat mereka marah]
betapa nakalnya aku mengerjain guru guruku yang telah mendidikku
dan ku telah berkhianat kepada temanku sendiri, dan masih banyak kesalahanku
aku salah Ya Allah....
ku disana hanya bisa menangis tak kuasa merasakan betapa bodohnya aku saat ku mampir di Bumi ini
saat ku bertanya pada ayahku yang menemaniku saat ku disana "APAKAH ADA PERTOBATAN SETELAH KEMATIAN"
dan apa yang di jawab ayahku ? beliau hanya tersenyum dan dengan lembut menjawab "TAK ADA, DISINI KITA MEMPERTANGGUNGJAWABKAN APA YANG KITA PERBUAT DI BUMI"
mendengar jawaban ayah, hatiku miris... mengapa ku tak mendengar kata ayahku dulu
hatiku tersedu dipojokan tak kuasa menahan tangis.
Alhamdulillah ku terbangun dari mimpi yang tak tau termasuk mimpi indah atau burukkah ini
disaat itulah ku sadar aku masih memiliki sifat KEDUNIAWIAN, aku tak ingin kehilangan orang orang yang kusayangi secepat ini.
dan ku kan berjanji akan merubah segala kekuranganku
disini ku hanya sebagian kecil dari partikel yang terkecil.
ku bukan apa apa, dan bukan siapa siapa
I LOV
ketika mata ini tak sanggup lagi melihat
ketika bibir ini tak sanggup lagi menyangga apa tindakan salah kita
dan telinga tak dapat lagi mendengar celotehan kecil orang orang yang kita sayang
disana ku merasa sendiri, sepi tanpa mereka
hanya sesal yang tersisa saat kita sadar betapa besar kesalahan kita
betapa munafiknya kita di bumi
ku meratapi apa yuang menjadi lembar cerita
aku sadar bahwa apa yang aku dapatkan di Bumi ini bagaikan kita mampir untuk minum saja
tak akan ada yang abadi
tak kan ada yang kekal
kecuali Tuhan kita, yaitu Allah
yang bisa kulakukan di mimpi itu hanyalah menangis meratapi betapa banyaknya dosa yang telah aku lakukan
betapa sering kutak mendengar ayah mama
betapa bandelnya aku hingga kadang kadang membuat mereka marah]
betapa nakalnya aku mengerjain guru guruku yang telah mendidikku
dan ku telah berkhianat kepada temanku sendiri, dan masih banyak kesalahanku
aku salah Ya Allah....
ku disana hanya bisa menangis tak kuasa merasakan betapa bodohnya aku saat ku mampir di Bumi ini
saat ku bertanya pada ayahku yang menemaniku saat ku disana "APAKAH ADA PERTOBATAN SETELAH KEMATIAN"
dan apa yang di jawab ayahku ? beliau hanya tersenyum dan dengan lembut menjawab "TAK ADA, DISINI KITA MEMPERTANGGUNGJAWABKAN APA YANG KITA PERBUAT DI BUMI"
mendengar jawaban ayah, hatiku miris... mengapa ku tak mendengar kata ayahku dulu
hatiku tersedu dipojokan tak kuasa menahan tangis.
Alhamdulillah ku terbangun dari mimpi yang tak tau termasuk mimpi indah atau burukkah ini
disaat itulah ku sadar aku masih memiliki sifat KEDUNIAWIAN, aku tak ingin kehilangan orang orang yang kusayangi secepat ini.
dan ku kan berjanji akan merubah segala kekuranganku
disini ku hanya sebagian kecil dari partikel yang terkecil.
ku bukan apa apa, dan bukan siapa siapa
I LOV
Langganan:
Posting Komentar (Atom)











0 komentar:
Posting Komentar